Dear BAF,
Selasa, 11 September 2012.. Seperti halnya bulan yang sadar
ia harus tenggelam, terdiam dan kemudian menghilang perlahan – lahan, tak
seorangpun tahu kapan ia benar – benar tiada dalam pandangan.. Seperti halnya daun
rentan berguguran tersapu angin dan daun menghijau karna surya..
Semua telah terjadi dengan sebagaimana mustinya, dengan
hakekat yang telah terpahat di setiap sela dunia..
Seandainya aku dunia apa aku akan merubah sebagian siklus
alam? Aku ingin surya dan rembulan beriringan, menyingsing dan tenggelam
bersama.. Bulan yang tak memancar kala siang, dan surya mengalah meredup kala
malam.. Aku ingin merombak dunia menjadi elegi yang tak banyak insan mengerti..
Dan aku ingin merubah hatinya tuk berpaling dalam diriku kemudian aku lepaskan
hatiku tuk melekat dalam jiwanya..
Sesaat setelah waktu kian bersandar dan lengah, ku ingin
menguak kapan aku benar – benar akan menjadi dewasa, benar – benar telah siap
tuk mengungkap aku bersedia menjaganya dan teryakin tuk selalu ada.. Walau
malam menjadi kelam seketika hati jua menghitam, darah yang tak berkutik
mengalir ke otak hingga mata riskan tuk tak terpejam, saat itulah aku kan
terpikir










Tidak ada komentar:
Posting Komentar