Hari demi hari, waktu demi waktu dan detik demi detik yang
sudah gw jalani di tempat gw kerja sekarang banyak pelajaran yang bisa diambil
diluar konteks pekerjaannya itu sendiri.. Disini gw tahu gimana rasanya jadi
pemulung yang nggak peduli buat ber-muka tebal demi ngais – ngais perhatian
buat ngusir rasa kesepian, terkadang jadi angin lalu yang tak lagi terasa atau
seperti sampah yang terabaikan dan mungkin sesekali gw kelihatan seperti inang
yang mengganggu..
Kadang,, kadang sebuah fakta cuma menjadi sebuah halusinasi
yang tak tertebak kebenarannya, kadang gw ingin cepat berubah jadi dewasa,
nggak manja dan berharap dia akan mengakui dan kembali.. Dan terkadang semuanya
kosong dan tak tahu musti bagaimana..
Gw nggak tahu musti bagaimana sekarang, gw butuh temen yang
seenggaknya dia juga peduli sama gw walaupun sedikit, walaupun dia nggak
perfect, nggak keren, dan lain – lain tapi gw cuma bisa berharap lebih suatu
saat dan mungkin segera gw bakal dipertemukan atau setidaknya “nemu” di jalan
atau berharap Tuhan memberi yang lebih baik..
Apa semua menjadi lebih riskan ketika semua cermin mengarah
ke gw dan gimana gw lihat ekspresi dan keadaan gw yang menggelikan seperti ini
???










Tidak ada komentar:
Posting Komentar