Gw, aneh..
Sebegitu murahan kah gw? Sebegitu sesatkah gw? Atau apa gw ini memang begitu bejat?
Sebegitu egoiskah gw? Ketika gw menemukan seseorang yang bisa buat gw survive dan hidup, ketika gw menemukan orang yang seenggaknya dia sangat begitu ngerti gw dan yang penting dia bener2 ada..
Tanpa sengaja Tuhan ngasih dia di sela-sela hidup gw yang teramat riweh ini, ngasih dia buat gw ngerti gw harus sadar akan ini dan itu dan mungkin bego’nya gw, gw terlalu berharap..
Berharap akan selalu ada dia walaupun dia tak terlihat, berharap setiap hari bisa cerita sama dia, dan berharap selalu ada “ kabar ketikan “ dari dia..
Semuanya, semua sms nya, semua nasehatnya, pokoknya semuanya serasa mulai semu..
Semua kata-katanya yang dulu sangat berarti semakin lama semakin tak bermakna lagi..
Sebegitu egoiskah gw? Hingga begitu sudi tuk merendah dan mengais sedikit demi sedikit rasa pedulinya.. Sudi melupakan gengsi untuk mendapat simpatinya.. Atau haruskah gw jual diri buat dapat semuanya???
Sebegitu egoiskah gw? Ketika Tuhan mengatakan masa ini sudah seharusnya berakhir dan gw tetap saja mengelak dan mengatakan ini akan ada kelanjutannya..
Ketika semua itu kian memudar, dan ketika gw mulai sadar gw harus pasrah buat melepas, serta ketika gw harus melihat semua itu pergi menjauh, jauh dan hilang seketika…
Gw nggak mau hidup gw seperti lilin yang terbuang..
Diingat ketika seseorang mulai sadar akan gelap, dan memberi sebuah api buat gw buat meneranginya.. Dia akan merasa dirinya tak sendiri dan tak gelap lagi, dan tahukah kau? Gw, gw mulai akan berharap untuk tak meleleh dan tak merasa sakit meleleh karena kau, ataupun gw akan berharap gw bisa menemanimu karna kau yang telah membuat gw hidup.. Berharap semua akan gelap dan abadi.. Dan ketika semua berakhir kemudian mulai terang, gw akan tergugah dan sadar kau akan segera meniup api gw dan gw tak hidup lagi. Kemudian kau kan meletakkan gw ditempat yang mungkin tak kau ingat dan kau mungkin sudah melupakannya.. Kau tahu disini gw yang sudah meleleh ini tahan akan semua ini???
Ketika dia mulai menemukan jalannya dan tak butuh gw, emm salah! Dia memang tak butuh gw dan gw yang butuh dia, gw cuma seperti sesuatu yang tak penting untuk hidupnya.. gw cuma sekedar sampah !!!
Tapi gw juga seenggaknya sadar, dia punya hidup sendiri..
Gw..
Gw cuma anak kecil yang bermasalah dalam pikiran..
………………………………………………………………………………….










Tidak ada komentar:
Posting Komentar