Tatkala semua tak teranggap,
Hati terbuang, tubuh terhempas dan rasa yang tlah sirna…
Bak tong kosong terkapar dalam segunung harta,
Diam.. Bisu.. Tak berguna…
Terharapkan pemukul untuk menghampirinya,
Hingga terbias suara denting yang tak berdetak, tak jua berdegup..
Setidakya is tak sendiri walaupun dirinya terhantam,
Setidaknya ia lega walaupun semua mulai berpaling…
Bak sesosok manusia yang tak mengharap apapun dalam pilihan hidupnya,
Tak mengharap hidup yang terlalu bahagia, cinta yang begitu setia dan semuanya…
Sampai tergugahlah dia dengan semua kehampaan,
Tergoyah untuk mengais waktu untuk menemukan jati dirinya dan hatinya,
Menemukan rasa dalam segudang pilihan yang mejebaknya,
Terpikir untuk selangkah maju dan tersakiti akan kenyataan,
Atau mundur dan kemudian hilang dalam kelam…
Terlelap dalam kesunyian menunggu sesosok orang menghampirinya,
Terdiam dalam kesendirian meninggu sesosok orang memecahkan rasa sesalnya,
Tak butuh hatinya, tapi cuma dirinya,
Tak ingin seseorang yang selalu berpura – pura memperhatikannya dan kemudian menusuknya,
Hanya ingin seseorang yang benar – benar mengerti dia,
Yang slalu menghampirinya dan menerima semua kekurangannya…
. . . . . . .











Tidak ada komentar:
Posting Komentar