Kali ini gw mau share tentang wisata Lawang Sewu yang berada
di Semarang, tepatnya di seputar Monumen Tugu Muda Semarang. Mungkin sudah
hampir 22 tahun di Semarang dan jarang banget masuk ke wisata ini, kalau cuma
lewat mah sering dan nggak bisa dihitung jumlahnya.. Malam ini gw diajak sama
temen (=Latif) buat ke sini dan gw iya-kan karena terakhir kalinya ke Lawang
Sewu waktu ada pameran dan itupun pas SMP (dan
pas genting-gentingnya ada Semarang Pesona Asia), sedangkan gw sekarang
udah kerja dan udah 3 tahun, lama juga yah!?
Kali ini juga dalam seumur hidup baru pertama kali masuk
malam-malam, biasanya sih siang atau pagi sebelum matahari bener-bener buat
mata pedih. Dan mungkin disitu letak spesialnya! Kita janjian di tempat parkir (=tempat parkir darurat) disebelah
gedung Lawang Sewu dan mulai masuk dengan tercengang karena untuk wisata malam
ini harga tiketnya lumayan mahal untuk kantong mahasiswa (kebetulan gw anggap gw mahasiswa walaupun belum masuk kuliah tapi
se’enggaknya udah daftar.. Hehehe). Dua orang Rp 50.000,- dan sudah
termasuk tour guide. Akhirnya masuk
dan foto-foto dulu dongz!!!
Nggak lama, si mas tour
guide minta lagsung tournya karena katanya jadwalnya padat! (karena gw udah bayar ya gw sih
nyantai-nyantai saja jalannya). Tour dimulai di lantai 2 sambil diberikan
diskripsi tentang history Lawang Sewu
yang seharusnya gw denger menyenangkan tetapi enggak karena sepertinya itu
apalan. Gw juga sempet tanya yang nyeleneh tetapi si mas tour guidenya nggak jawab pertanyaan secara langsung dan diputerin
kata-kata nya -menekankan- hanya tentang history
yang sudah dihafal mas-nya saja! Ah sudahlah!!!
Ohya, ini foto-foto dari lantai 2 nya..
Setelah itu karena desakan kita buat dianter ke lantai
paling atas (yang katanya ada sarang
burung walet), mas-nya meng-iya-kan.
Untung saja akhirnya jadi di lantai paling atas karena rasa penasaran dan
sebelumnya sempet membayangkan gimana ya situasi di atas dan ternyata setelah ke
tangga yang letakknya di koridor paling ujung dan naik ke tangga yang terjal,
sampai juga diatas! Suasanya jelas gelap, tetapi kita bawa senter dan entah
kenapa tidak ada burung walet yang berterbangan. Lantainya bersih nggak seperti
pikiran gw yang nggak bersih (gw isi
semua dengan sesuatu hal entah apa asal mikir, takut entar kesurupan! HAHAHA)
Setelah itu kita dibiarkan saja jalan-jalan di halaman
lantai 1 (sedangkan mas-nya sudah kabur
entah kemana) dan kita masuk ke ruangan tempat display material yang dipakai di Lawang Sewu dan ada juga dinding
tempat dipajang dokumentasi pekerjaan pemeliharaan gedung dan tidak boleh naik
ke lantai 2 karena itu kantor dan ada orang bekerja disana.
Halaman di Lawang Sewu bagus, apalagi kalau malam, ditambah
lampu harm-yellownya dan landscape yang tertata. Enak juga
nongkrong disini, apalagi kalau dapat tempat duduk yang pas di pantat, masuk
gedung belum terlalu malam, ada cemilan dan juga body lotion biar nggak kegigit nyamuk (=atau kalau kamu memang
bener takut digigit nyamuk)
Suasananya juga mengkhawatirkan, bukan karena gedung Lawang
Sewunya, tetapi karena mendung dan sepertinya mau hujan. Akhirnya kita sudahi
saja mejeng-nya, keluar gedung, ke
tempat parkir, dan bersiap-siap ke tujuan mejeng
selanjutnya...























