2NE1 (21) AKU (34) dream (2) FAMILY (5) FANATIK (30) FANTASTIK (79) FUTURE (5) GOKIL (29) IPTEK (8) JAWABAN (1) KAMUT (12) LOVE (30) lyric (46) MAGANG (44) PAST (8) POTRET (16) puisi (14) sad story (64) SBMPTN (3) SERBA - SERBI (52) SKOLA (90) stupid (17) THINKING (22) traveling (16) UMPIRE (5) WORK (11)
Image and video hosting by TinyPic

Sabtu, 25 Juli 2015

Wisata Lawang Sewu, Semarang

Kali ini gw mau share tentang wisata Lawang Sewu yang berada di Semarang, tepatnya di seputar Monumen Tugu Muda Semarang. Mungkin sudah hampir 22 tahun di Semarang dan jarang banget masuk ke wisata ini, kalau cuma lewat mah sering dan nggak bisa dihitung jumlahnya.. Malam ini gw diajak sama temen (=Latif) buat ke sini dan gw iya-kan karena terakhir kalinya ke Lawang Sewu waktu ada pameran dan itupun pas SMP (dan pas genting-gentingnya ada Semarang Pesona Asia), sedangkan gw sekarang udah kerja dan udah 3 tahun, lama juga yah!?


Kali ini juga dalam seumur hidup baru pertama kali masuk malam-malam, biasanya sih siang atau pagi sebelum matahari bener-bener buat mata pedih. Dan mungkin disitu letak spesialnya! Kita janjian di tempat parkir (=tempat parkir darurat) disebelah gedung Lawang Sewu dan mulai masuk dengan tercengang karena untuk wisata malam ini harga tiketnya lumayan mahal untuk kantong mahasiswa (kebetulan gw anggap gw mahasiswa walaupun belum masuk kuliah tapi se’enggaknya udah daftar.. Hehehe). Dua orang Rp 50.000,- dan sudah termasuk tour guide. Akhirnya masuk dan foto-foto dulu dongz!!!



Nggak lama, si mas tour guide minta lagsung tournya karena katanya jadwalnya padat! (karena gw udah bayar ya gw sih nyantai-nyantai saja jalannya). Tour dimulai di lantai 2 sambil diberikan diskripsi tentang history Lawang Sewu yang seharusnya gw denger menyenangkan tetapi enggak karena sepertinya itu apalan. Gw juga sempet tanya yang nyeleneh tetapi si mas tour guidenya nggak jawab pertanyaan secara langsung dan diputerin kata-kata nya -menekankan- hanya tentang history yang sudah dihafal mas-nya saja! Ah sudahlah!!!
Ohya, ini foto-foto dari lantai 2 nya..



























Setelah itu karena desakan kita buat dianter ke lantai paling atas (yang katanya ada sarang burung walet), mas-nya meng-iya-kan. Untung saja akhirnya jadi di lantai paling atas karena rasa penasaran dan sebelumnya sempet membayangkan gimana ya situasi di atas dan ternyata setelah ke tangga yang letakknya di koridor paling ujung dan naik ke tangga yang terjal, sampai juga diatas! Suasanya jelas gelap, tetapi kita bawa senter dan entah kenapa tidak ada burung walet yang berterbangan. Lantainya bersih nggak seperti pikiran gw yang nggak bersih (gw isi semua dengan sesuatu hal entah apa asal mikir, takut entar kesurupan! HAHAHA)
Setelah itu kita dibiarkan saja jalan-jalan di halaman lantai 1 (sedangkan mas-nya sudah kabur entah kemana) dan kita masuk ke ruangan tempat display material yang dipakai di Lawang Sewu dan ada juga dinding tempat dipajang dokumentasi pekerjaan pemeliharaan gedung dan tidak boleh naik ke lantai 2 karena itu kantor dan ada orang bekerja disana.



Halaman di Lawang Sewu bagus, apalagi kalau malam, ditambah lampu harm-yellownya dan landscape yang tertata. Enak juga nongkrong disini, apalagi kalau dapat tempat duduk yang pas di pantat, masuk gedung belum terlalu malam, ada cemilan dan juga body lotion biar nggak kegigit nyamuk (=atau kalau kamu memang bener takut digigit nyamuk)









Suasananya juga mengkhawatirkan, bukan karena gedung Lawang Sewunya, tetapi karena mendung dan sepertinya mau hujan. Akhirnya kita sudahi saja mejeng-nya, keluar gedung, ke tempat parkir, dan bersiap-siap ke tujuan mejeng selanjutnya...

Senin, 01 Juni 2015

Curug Lawe, Wisata Alam Kota Semarang


Kali ini gw mau share tentang salah satu destinasi wisata kota Semarang, yaitu Curug Lawe. Cururg Lawe berada di desa Kalisidi, Ungaran Barat, Semarang..
Ini ke-2 kalinya gw ke Curug sama temen gw, walaupun yang pertama itu nggak boleh masuk karena udah terlalu sore dan waktu musin hujan jadi kabutnya sudah turun semua dan sesampainya kita di pos penjagaan kita tidak boleh masuk dan finally come back home dengan basah-basahan karena dalam perjalanan kehujanan ditambah sempat kita bingung sama jalannya karena tidak tahu jalan dan hanya mengandalkan GPS. Setelah sampai (sampai di tempat Curug Lawe, menurut Mr.GPS), bingung-lah kita karena final destination-nya berada di perempatan jalan kampung. Kita tanya ke penduduk sekitar dan lokasi Curug Lawe ternyata memang bukan di situ, atau lebih tepatnya sekitar kurang lebih 1 jam dari tempat itu menuju ke Curug.  And so it’s a failed trip!!!  AAAaaarggghhhh....
Perjalanan ke-2 berjalan mulus walaupun kita berangkat agak sore dan sampai sana lumayan sore sekitar jam 15.30 WIB. Gw nggak nyangka juga kalau tempatnya lumayan bagus buat sekedar duduk-duduk atau buat family gathering. Harga tiketnya itu Rp 4.000,- /orang dan menurutku murah. Jadi ini pengalaman pertama gw masuk ke area yang bener-bener Curug Lawe dan nggak sabar buat masuk. Di perjalanan menuju curug, pertama-tama kita melewati jalan yang tidak terlalu lebar (sekitar 50cm) dan itupun juga sebenarnya jalannya itu merupakan permukaan dinding irigasi di sampingnya. Jadi kalau kita lewat jalan itu, kita bisa melihat pemandangan hutan di sebelah kanan dan juga kita bisa menikmati suara aliran air di sebelah kanan kita persis, jadi itu menurut gw, poin plus! Setelah itu kita lewat jembatan kayu dan perjalanan mulai menanjak dengan medan tanah dan batuan (entah semacam apa ya gw harus deskripsi’innya) dan masuk, masuk terus ke dalam hujan sampai kaki bengkak!!!  HAHAHA..
Jadi ini pertama kalinya gw ke curug sampai bengek kehabisan napas, ditambah pegel-pegel ini kaki karena sebegitu jauh jalannya, atau mungkin karena gw jalan sambil sedikit lari soalnya masuknya sudah terlalu sore dan takut sampai malam.. ( Catatan : Gw nggak mau ya kalau kita jalan dan sampai malam terus kita (gw sama temen gw) langsung jadiiii GGS!!! Oh NOOO WAY! cuih ). Tetapi karena kegigihan kita melawan segala macam cobaan (syehhh) dan kamauan kita yang keras kayak batu nan bertebaran disana (weekks), jalan terjal, mendaki gunung, melewati lembah, sungai mengalir indah ke samudera, bersama teman-teman, asyekkk ah! HAHAHAHA, Alhasil sampai lah kite..  Horeee :)



Kali ini kita lebih memilih Curug Lawe dulu, untuk Curug Benowo-nya next trip aja! Jadi menurut gw curug nya lumayan bagus dan gw nggak nyangka di Semarang ada wisata alam seperti itu dan gw aja yang udah hidup 21 tahun di dalamnya (read:Semarang) nggak tahu kalau ada curug.. HAHA.. Gw mau share juga tentang foto-foto biasa kita (foto biasa = foto 4L4Y yang tidak diakui) tetapi karena entah kenapa, mungkin karena settingan kameranya yang salah, jadinya aneh sekaliiiii.. Blur dimana-mana.. yehhh :)






Dan Ada juga foto pemandangannya ya walaupun nggak sempet semuanya gw foto, yang penting kurang lebihnya tahu seperti aa ya gais :)



























Dan di Jembatan merahnya juga !!!




Jadi itu –lah trip gw ke Curug Lawe, untuk next trip –nya ke Curug Benowo yang satu lokasi. Tipsnya buat yang lain kalau mau datang ke sini : (1) Tentukan hari yang tepat, dalam arti hari libur atau hari biasa yang teman-teman kita bisa ikut semua (2) Lihat Lokasi! Ini penting karena untuk yang belum tahu lokasi bisa searching lokasi yang benar-benar tepat! Atau mungkin teman Anda sudah ada yang tahu lokasinya itu lebih baik. Karena kalau kita tersesat dan membuang waktu berlama-lama di jalan untuk mencari lokasinya, ini bisa membuat kita Bad Mood terlebih dahulu dan bisa merusak suasana (3) Berangkat agak pagi dan bukannya terlalu siang atau sore, karena Anda tidak akan dikejar waktu dan dengan waktu Anda yang banyak, bisa dimanfaatkan untuk jalan-jalan di sekitar, berfoto-foto sejenak di setiap lokasi yang menurut Anda bagus (4) Jangan Buang Sampah ya gais! (5) Saran yang terakhir dari gw yaitu BER-DOA, karena apapun yang kita lakukan, kita harus berdoa terlebih dahulu untuk keselamatan kita masing-masing..

Well, see you at other post gais! Thanks for reading J ...

.....

Senin, 18 Mei 2015

SIKUNIR - after mounting !

" Sesungguhnya yang terang itu lebih baik daripada petang."

( mungkin lebih baik jika meluangkan waktu seharian menikmati suasana pagi )











Wisata Puncak SIKUNIR

Ini adalah kali pertamanya gw muncak sama temen-temen di SIKUNIR. Pertama kali diajak buat muncak gw langsung semangat karena "ohyeah dataran tinggi, akhirnya!!!". Bukan berarti gw seneng muncak, tetapi gw senengnya pas misalnya pagi-pagi masuk ke hutan pinus yang masih berkabut, masih dingin dan banyak pohon-pohon berlumut hijau yang bener-bener eye catching. Jadi bolehlah ikut karena menurut gw bakal lewat tempat seperti yang gw bayangin sebelumnya.
Singkat cerita, kita berangkat sore dan sampai di pos tenda hampir tengah malam, itupun juga harus bangun tenda, masak, ngobrol dan belum tidur juga. Bangunnya sih telat! hahahaha :D karena mungkin udah pada kecapekan dan apalagi udaranya dingin jadi enak buat boiler (bobok sambil ngiler) dan harus packing tenda dan segala macam alatnya baru naik ke puncak..
Kalau dibilang telat ya telat soalnya mataharinya udah muncul dan nggak dapet view semburat matahari yang muncul pertama kali (kata orang itu the golden sunrise) tetapi namanya aja udah jauh-jauh kesini masak gitu aja kecewa! Jadi gw sih tetep aja happy nggak liat golden sunrise walaupun sebenernya yang gw pendem dalam hati itu ini :

"Hlo mana hutan pinusnyaaaaaa!!!!"

Yah walaupun nggak ada hutan, tapi tetep eksis aja deh dimanapun berada. Jadi ini nih ( di bawah ini) foto-foto alay kite-kite  :) :) :)

tuh kan mataharinya sudah muncul begitu aja




pendakinya padat sekali !












































Next trip mungkin gw lebih baik searching dulu kali hya tempat-tempat mendaki yang ada hutan pinus anyes-anyes nya. Tetapi sih untungnya di sini medan pendakinya sangat simpel dan tidak terlalu ngoyo buat sampai puncak. Ehh mungkin karena medannya simpel, ngoyo-nya itu di antriannya yang aduhai banyak kaliiii.. Oke, next trip cari yang anyes-anyes  :)